29 june 2016 on instagram
Tak banyak yang berubah dari mereka.
Hanya saja sifat utek-uteknya ga ilang-ilang dari 2013 sampe sekarang
Ada yang melanjutkan pendidikan di ranah militer maupun perkuliahan
Semoga tahun depan masih bisa reunian lagi yap!
Sukses untuk kita semua!!
Jumat, 28 Oktober 2016
Asal usul nama Desa Baturusa, Merawang, Bangka.
29 februari on instagram
"The story of Baturusa"
"The story of Baturusa"
Baturusa adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung. Ada beberapa versi cerita tentang desaku ini dan kali ini aku ingin menceritakan cerita rakyat yang diceritakan kakekku (Atok Sulin Sudurman) tentang asal-usul Desa Baturusa.
Pada zaman dahulu disuatu desa di Pulau Bangka hiduplah keluarga dimana sang isteri sedang hamil dan mengidam hati rusa. Sang suami yang merupakan pemburu itupun langsung menuju kesebuah hutan yang memang disitu terdapat banyak rusa. Lalu, sang suami yang sudah bersiap di hutan itupun bingung, sudah hampir seharian di situ tapi tetap tidak menjumpai seekor rusa pun.
Disaat sore sang suami pun melihat adanya seekor rusa dan bersiap untuk membidiknya, diwaktu yang sama datanglah seorang pengembara yang memanggil-manggil sang suami. "Hei, apa yang sedang kau lakukan?" tanya sang pengembara. Sang suami tetap diam. Berulang-ulang ditanyakan pertanyaan yang sama oleh sang pengembara. Hingga akhirnya sang pengembara itupun marah. Dia pun mengutuk sang suami tersebut. "Jika kau tetap diam dan tak memperdulikan pertanyaanku maka kau tak lebih dari seekor rusa yang membatu!".
Saat itu sang isteri yang khawatir akan suaminya pergi kehutan dan melihat kejadian itu. Sang suami berubah menjadi patung rusa. Lalu sang pengembara itu berkata kepada sang isteri. "Itu adalah akibat dari tidak mendengarkan perkataan orang lain". Sang isteri pun menangis. Ternyata sang pengembara tersebut adalah Sang Pahit Lidah atau Serunting yang sedang mengembara dari Sumatera Selatan.
Maka itu adalah asal usul mengapa desa itu dinamai Desa Baturusa. Sampai saat ini diyakini bahwa patung rusa yang asli masih ada dibawah Jembatan Baturusa, konon kita bisa melihatnya dikala air laut surut. Tapi ada juga yang mengatakan bahwa patung itu sudah tidak berada ditempatnya semula karena terseret ombak. Diyakini juga di patung itu terdapat terowongan rahasia yang menghubungkan Sungai Baturusa ke bekas Kediaman bapak Alm. Eko Maulana Ali selaku Gubernur Bangka Belitung yang merupakan tempat harta karun dan tempat persembunyian semasa penjajahan Belanda yang dijaga oleh buaya putih.
Swarka Mada on Instagram
Tidak pernah terpikir akan berkenalan dengan teman yang satu ini. Saat pertama bertemu itu saat seleksi anggota Paskibraka Provinsi Bangka Belitung di Hotel Aksi pada tahun 2013 lalu dia merupakan capas (calon paskibraka) asal Kabupaten Bangka Barat dan saya sendiri merupakan capas dari Kota Pangkalpinang mengusulkan diri sebagai Pak Lurah dan Buk Lurah yang mengodinir kegiatan para peserta seleksi lainnya. Lalu saat pelantikan sebalai Anggota Pasibraka Provinsi Bangka Belitung 2013 kami dikukuhkan di Kantor Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Air Itam, orang tua kami pun bertemu, dan ternyata ayah ibunya dia dulu berteman dengan ayahku!
Wah sebuah kebetulan! Haha
Sukses kuliah e jok!
Hidup serungel!! Yeeaahhh!!! 😁😁
Rabu, 19 Oktober 2016
Rindu
Hembusan angin malam menusuk hingga ketulang
Kuteringat malam-malam yang kita lalui
bersama
Malam-malam yang tak selalu sama namun mempunyai arti yang sama
Kau dan aku?
Siapa?
Kau siapa?
Menatap langit malam bersama adalah kesukaanku
Dalam gelap nampak keindahan
Bintang-bintang itu bertaburan bagai saksi bisu kedekatan itu
Tapi aku masih belum mengerti satu hal
Kau siapa?
Dalam sunyi ku bertanya
Dalam bimbang ku menyapa
Memanggil namamu yang tak kunjung menampakkan sosokmu
Rindu
Ku rindu malam-malam yang kita lalui itu
Ku rindu suasana-suasana itu
Tapi dengan siapa?
Aku lupa
Hilang ingatanku tentangmu
Kau siapa?
Aku mencoba mengingatmu yang kudapat hanya kehampaan
Semakin lama ku mencoba mengingatmu, sosokmu pun kian memudar
Biarlah
Biar malam-malam itu menjadi bukti kedekatan itu
Biar rumput dan tanah yang kita lewati menjadi saksinya
Saksi bahwa kita pernah bersama menatap langit malam bertabur bintang
Tampakkan dirimu
Aku lupa kamu
Tapi satu yang pasti
Ku rindu.
Langganan:
Postingan (Atom)


