Salahkah saya?
Terkadang saya berpikir, mengapa mereka menganggap sebelah mata bagi mereka yang belum melanjutkan kuliah diangkatan mereka, alasan saya belum mau kuliah tahun lalu karena saya belum menemukan pandangan kehidupan yang akan saya alami di suatu jurusan tertentu, saya takut. Saya takut memulai kehidupan di masa perkuliahan yang memaksa untuk belajar mandiri. Saya belum bisa belajar mandiri. saya belum menemukan apa yang benar-benar saya sukai sampai detik ini. Ya, sampai saat ini saya masih belum menemukannya.
Memang banyak yang bilang saya mubazir waktu selama satu tahun. Apa benar begitu?
tapi apa mereka benar-benar yakin bahwa jika satu tahun itu saya gunakan untuk mengenyam pendidikan di bangku kuliah selama dua semester itu tidak akan mubazir? Yakinkah?
Tidak.
Malah, saya merasa jika saya melanjutkan ide gila kuliah di asal tempat dengan jurusan asal-asalan yang bahkan saya tidak minati itu merupakan kesia-siaan yang sangat sia-sia. Apa saya menghabiskan uang kedua orang tua saya dengan sia-sia selama setahun merantau tapi bukan untuk kuliah?
Tidak.
Saya sangat menghargai kemampuan orang tua saya dalam membiayai saya untuk mengenyam pendidikan, tapi segala sesuatu membutuhkan modal, bukan? Saat ini saya sedang menginfestasikan waktu saya, uang dan kepercayaan dari kedua orang tua saya agar saya benar-benar menemukan passion saya. Agar suatu saat saya bisa menjadi orang yang sukses dan bisa membanggakan mereka.
Sebenarnya apa itu sukses? Apa sukses itu terhitung materi? Sukses dalam pandangan saya adalah dimana kita bisa menikmati segala sesuatu yang ada di lingkungan kita tanpa adanya penyesalan dikemudian hari. Saya tidak ingin tahun ini, tahun ajaran 2015-2016 menikmati masa kuliah selama dua semester ditempat yang tidak saya inginkan karena saya takut akan tumbuhnya cinta.
Ya, saya takut jatuh cinta. Saya belum bisa mencintai diri saya sendiri, saya tidak berhak mencintai orang lain sedangkan mencintai diri sendiri saja saya tidak bisa. Saya takut jika saat dimasa perkuliahan saya bertemu teman-teman baru dan muncul cinta terhadap mereka, bukan hanya cinta karena menginginkan seorang laki-laki menjadi pacar, tidak, bukan itu. Tapi cinta yang tumbuh diantara persahabatan. Saya takut akan hal itu. Saya takut merasa nyaman karena cinta itu. Saya takut tahun depannya atau tahun ajaran 2016-2017 saya tidak bisa meninggalkan mereka ketempat yang saya inginkan. Itu sulit.
Jadi, salahkan saya jika memutuskan belum kuliah tahun ini?